Panenka Penalty Terbaik Di EURO

Laga dongeng Cekoslowakia dan kemenangan menjadi salah satu gambar paling ikonik dari turnamen sepak bola internasional dan melahirkan gaya tendangan penalti yang terkenal, yakni Panenka Penalty, yang dinamai sesuai dengan gelandang berbakat Cekoslowakia, Antonín Panenka. Berikut adalah beberapa Penalti Panenka terbaik di Euro:

EURO 1976 (Antonín Panenka vs West Germany): Ceko memulai turnamen sebagai underdog dengan Belanda dan Jerman Barat sebagai tim favorit. Pada waktu itu, hanya empat negara yang lolos dalam turnamen final, dengan turnamen yang terdiri dari semi-final, play-off tempat ketiga, dan final. Ini juga turnamen terakhir di mana tuan rumah harus lolos ke babak final.

Selama babak adu penalti, tujuh penendang berhasil sampai Uli Hoeness yang berhasil penendang keempat Jerman Barat. Nasib Ceko berada di tangan Antonin Panenka, Ini adalah pertama kalinya babak adu pinalti dilakukan tetapi akhirnya menjadi terkenal. Panenka melangkah untuk mengambil tendangan penalti yang menentukan dalam babak adu penalti dengan mengecoh sang penjaga gawang dengan mengagkat bola ke arah tengah, yang menjadi sejarah tak terlupakan Sampai hari ini.

EURO 2012 (Andrea Pirlo vs England): Babak perempat final Euro 2012 antara Italia dan Inggris tidak dianggap sebagai pertandingan klasik, tetapi puncak kemeriahan pertandingan itu berasal dari gelandang Italia, Andre Pirlo. Papan skor tetap tidak berubah pada 0-0, hingga babak adu penalti. Menyusul Wayne Rooney yang gagal memaksimalkan tiga peluang terakhir yang didapatkan Inggris.

Dengan tiga penalti yang tersisa untuk masing-masing tim, Ashley Young dan Ashley Cole yang gagal membobol gawang Italy di babak adu penalty tersebut. Kemudian ada Andrea Pirlo yang melakukan aksi brilian dengan melakukan tipuan kepada Joe Hard dengan menggunakan gaya penalty Panenka.

EURO 2012 (Sergio Ramos vs Portugal): Di semifinal melawan Portugal, gol Ramos membuat Spanyol unggul 3-2 di drama adu penalti, yang kemudian mereka menang 4-2. Ramos telah membuktikan dirinya sebagai raja Panenka, dan semuanya dimulai dalam pertandingan melawan Portugal. Selama pertandingan semifinal, kedua belah pihak harus mengakhiri laga waku normal dan extra time dengan skor 0-0 .

Sergio Ramos berhasil melakukan trik tendangan penalty ala Panenka yang membawa mereka unggul 3 – 2 setelah sebelumnya tendangan Xabi Alonso berhasil diamankan Rui Patricio. Itu menjadi awal mula dari kemunculan julukan “Raja Panenka” bagi Ramos karena setelah itu ia sering sukses menjadi algojo menggunakan gaya tersebut.