EURO 1984: Kebangkitan Prancis

Edisi ketujuh dari kompetisi sepakbola termegah di Eropa, UEFA European Football Championship 1984 terlihatdidominasi Prancis karena mereka mampu naik ke puncak untukmelawan raksasa Eropa lainnya. Mereka memenangkan ketigapertandingan grup mereka, lolos ke Denmark denganmengalahkan Belgia dan Yugoslavia. Kemenangan merekadiperpanjang hingga final ketika mereka mengalahkan Portugal dan Spanyol.

Prancis terpilih sebagai tuan rumah di turnamen edisi 1984, dengan suara bulat dipilih oleh Komite Eksekutif UEFA pada pertemuan pada 10 Desember 1981. Itu adalah final KejuaraanEropa pertama yang menampilkan dua negara yang masih ada, sementara hanya ada tujuh grup yang memenuhi syarat dan bisabergabung dengan tuan rumah karena beberapa hal yang dicatatselama turnamen tahun itu.

Juara Piala Dunia yakni Italia berada di urutan keempat dalamgrup yang diungguli oleh Rumania, sementara Denmark menyingkirkan Inggris untuk memasuki semifinal. IrlandiaUtara mengalahkan Jerman Barat dua kali dan gagal lolos kesemi final setelah kalah 1-0 dalam pertandingan terakhir merekasaat melawan Spanyol. Spanyol, di sisi lain, membuat entri final yang kontroversial. Portugal telah imbang dua pertandingansampai mereka mengalahkan Rumania untuk lolos.

Pada babak penyisihan grup Prancis terlihat mampu denganmudah menyingkirkan ketiga lawan mereka, sementara Portugal yang baru saja pulih dari kekalahan 5-0 di Uni Soviet menjadikejuaraan besar pertama mereka sejak 1966. Semifinal pertamaantara Prancis dan Portugal sering dianggap sebagai salah satupertandingan terbaik dalam sejarah Kejuaraan Eropa. Portugal berhadapan dengan tuan rumah dengan membawa pemainseperti Fernando Chalana, Rui Jordao, dan Nene.

Sementara itu, tim Perancis yang terinspirasi oleh Michel Platini memasuki final Kejuaraan Eropa dengan luka-luka kekalahansemifinal Piala Dunia dari Jerman Barat. Pemain Prancis itubaru saja memenangkan gelar Serie A dan Piala Winners UEFA bersama Juventus. Bersama dengan Platini adalah Luis Fernandez, Alain Giresse dan Jean Tigana, yang dijuluki ‘carremagique’ atau ‘magic square’ selama kompetisi.

Dalam pembukaan pertandingan semifinal, Prancis memimpinsetelah menit ke-24 melalui tendangan bebas Jean-Francois Domergue. Di menit 75, pemain Portugal lainnya yakni Jordãomencetak gol pertamanya di turnamen dan menyamakankedudukan . Delapan menit menuju perpanjangan waktu Jordão, yang melakukan tendangan voli di tanah, kembali memberikangol lain bagi Portugal untuk mencetak gol dan memimpin.

Ketika tekanan meningkat untuk tim Prancis, Domergue majudan menyamakan skor. Pada menit ke-119, satu assist Tiganajatuh ke Platini di tepi kotak enam yard dan langsungmembukukan tempat mereka di babak final turnamen melawanSpanyol. Final tidak sedramatis semifinal, tetapi Prancismerayakan kemenangan mereka dan kemudian mengangkatpaiala tepatnya di Paris dengan skor 2-0.

Sembilan gol Michel Platini tetap menjadi rekor di KejuaraanEropa tersebut. Manajer Prancis Michel Hildagomenandatangani kontrak setelah kemenangan itu. Platini dan Tigana dari Prancis menjadi bintang Euro 1984 dan akandikenang karena memuncak selama kejuaraan besar. Berhasilmemimpin negaranya menuju kejayaan. Kemenangan kandangadalah salah satu momen gemilang Prancis di sepakbola Eropa.